Rabu, 07 Maret 2012
JADWAL UJIAN NASIONAL SMP/MTs
1. Bahasa Indonesia
Utama : Senin, 23 April 2012
Susulan : Senin, 30 April 2012
Pukul : 08.00 – 10.00
2. Bahasa Inggris
Utama : Selasa, 24 April 2012
Susulan : Selasa, 1 Mei 2012
Pukul : 08.00 – 10.00
3. Matematika
Utama : Rabu, 25 April 2012
Susulan : Kamis, 3 Mei 2012
Pukul : 08.00 – 10.00
4. IPA
Utama : Kamis, 26 April 2012
Susulan : Jumat, 4 Mei 2012
Pukul : 08.00 – 10.00
Butir Soal Dan Alokasi Waktu
1. Bahasa Indonesia 50 Butir 120 menit
2. Matematika 40 Butir 120 menit
3. Bahasa Inggris 50 Butir 120 menit
4. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 40 Butir 120 menit
Tata Tertib Peserta UN
1. Peserta UN memasuki ruangan setelah tanda masuk dibunyikan, yakni 15 (lima belas) menit sebelum UN dimulai.
2. Peserta UN yang terlambat hadir hanya diperkenankan mengikuti UN setelah mendapat izin dariketua Penyelenggara UN Tingkat Sekolah/Madrasah, tanpa diberi perpanjangan waktu.
3. Peserta UN dilarang membawa alat komunikasi elektronik dan kalkulator ke sekolah/madrasah.
4. Tas, buku, dan catatan dalam bentuk apapun dikumpulkan di depan kelas disamping pengawas.
5. Peserta UN membawa alat tulis menulis berupa pensil 2B, penghapus, penggaris, dan kartu tanda peserta ujian.
6. Peserta UN mengisi daftar hadir dengan menggunakan pulpen yang disediakan oleh pengawas ruangan.
7. Peserta UN mengisi identitas pada LJUN secara lengkap dan benar serta menandatangani pernyataan “mengerjakan UN dengan jujur”.
8. Peserta UN yang memerlukan penjelasan cara pengisian identitas pada LJUN dapat bertanya kepada pengawas ruang UN dengan cara mengacungkan tangan terlebih dahulu
9. Peserta UN mulai mengerjakan soal setelah ada tanda waktu mulai ujian.
10. Selama UN berlangsung, peserta UN hanya dapat meninggalkan ruangan dengan izin danpengawasan dari pengawas ruang UN.
11. Peserta UN yang memperoleh naskah soal yang cacat atau rusak, pengerjaan soal tetap dilakukan sambil menunggu penggantian naskah soal UN.
12. Peserta UN yang meninggalkan ruangan setelah membaca soal dan tidak kembali lagi sampai tanda selesai dibunyikan, dinyatakan telah selesai menempuh/mengikuti UN pada mata pelajaran yang terkait.
13. Peserta UN yang telah selesai mengerjakan soal sebelum waktu UN berakhir tidak diperbolehkan meninggalkan ruangan sebelum berakhirnya waktu ujian.
14. Peserta UN berhenti mengerjakan soal setelah ada tanda berakhirnya waktu ujian.
15. Selama UN berlangsung, peserta UN dilarang:
a. menanyakan jawaban soal kepada siapa pun;
b. bekerjasama dengan peserta lain;
c. memberi atau menerima bantuan dalam menjawab soal;
d. memperlihatkan pekerjaan sendiri kepada peserta lain atau melihat pekerjaan peserta lain;
e. membawa naskah soal UN dan LJUN keluar dari ruang ujian;
f. menggantikan atau digantikan oleh orang lain.
Komodo
Ciri Fisik Komodo
Tentang Komodo Indonesia
| Komodo menyandang nama latin Varanus komodoensis merupakan kadal
terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2 hingga 3 meter. Penduduk
setempat menyebutnya dengan nama Ora, dikenal juga dengan sebutan naga
komodo (komodo dragon) dan biawak komodo ( komodo monitor).Tentang Komodo Indonesia |
Komodo memiliki lidah yang panjang, berwarna kuning dan bercabang.
Komodo jantan lebih besar daripada komodo betina. Di alam bebas, komodo
dewasa biasanya memiliki massa sekitar 70 kilogram. Lebih dari itu,
fauna yang dapat melihat sampai 300 meter ini bahkan sering mempunyai
bobot tubuh lebih besar bila dipelihara di penangkaran. Tercatat
spesimen liar terbesar yang...
Jalak Bali
Jalak Bali (Leucopsar rothschildi)
atau disebut juga Curik Bali adalah sejenis burung sedang dengan
panjang lebih kurang 25 cm. Burung pengicau berwarna putih ini merupakan
satwa endemik Indonesia yang hanya bisa ditemukan di Pulau Bali bagian
barat. Burung ini juga merupakan satu-satunya satwa endemik Pulau Bali
yang masih tersisa setelah Harimau Bali dinyatakan punah. Sejak tahun
1991, satwa yang masuk kategori “kritis” (Critically Endangered) dalam Redlist IUCN dan nyaris punah di habitat aslinya ini dinobatkan sebagai fauna identitas (maskot) provinsi Bali.
Jalak Bali ditemukan pertama kali oleh
Dr. Baron Stressmann seorang ahli burung berkebangsaan Inggeris pada
tanggal 24 Maret 1911. Nama ilmiah Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) dinamakan
sesuai dengan nama Walter Rothschild pakar hewan berkebangsaan Inggris
yang pertama kali mendiskripsikan spesies pada tahun 1912.
Burung Jalak
Bali ini mudah dikenali dengan ciri-ciri khusus, di antaranya
memiliki bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan
sayapnya yang berwarna hitam. Jalak Bali memiliki pipi yang tidak
ditumbuhi bulu, berwarna biru cerah dan kaki yang berwarna keabu-abuan.
Antara burung jantan dan betina serupa.
Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) merupakan
satwa yang...
Sabtu, 25 Februari 2012
Anoa Satwa Endemik Sulawesi
Anoa adalah satwa endemik pulau Sulawesi, Indonesia. Anoa juga menjadi fauna identitas provinsi Sulawesi Tenggara. Satwa langka dan dilindungi ini terdiri atas dua spesies (jenis) yaitu: anoa pegunungan (Bubalus quarlesi) dan anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis).
Kedua satwa ini tinggal dalam hutan yang jarang dijamah manusia. Kedua
spesies anoa tersebut hanya dapat ditemukan di Sulawesi, Indonesia.
Diperkirakan saat ini terdapat kurang dari 5000 ekor yang masih bertahan
hidup. Anoa sering diburu untuk diambil kulitnya, tanduknya dan
dagingnya.
Baik Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi) maupun Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis) sejak tahun 1986 oleh IUCN Redlist dikategorikan dalam binatang dengan status konservasi “Terancam Punah” (Endangered; EN) atau tiga tingkat di bawah status “Punah”.
Secara umum,
anoa mempunyai warna kulit mirip kerbau, tanduknya lurus ke belakang
serta meruncing dan agak memipih. Hidupnya berpindah-pindah tempat dan
apabila menjumpai musuhnya anoa akan mempertahankan diri dengan mencebur
ke rawa-rawa atau apabila terpaksa akan melawan dengan menggunakan
tanduknya.
Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis)
sering disebut sebagai Kerbau kecil, karena Anoa memang mirip kerbau,
tetapi pendek serta lebih kecil ukurannya, kira-kira sebesar kambing.
Spesies bernama latin Bubalus depressicornis ini disebut sebagai Lowland Anoa, Anoa de Ilanura, atau Anoa des Plaines. Anoa yang menjadi fauna identitas provinsi Sulawesi tenggara ini lebih sulit ditemukan dibandingkan anoa pegunungan.
Jumat, 17 Februari 2012
Burung Cendrawasih - Burung Surga (Bird of Paradise)
Burung Cendrawasih layak digelari sebagai Burung Surga (Bird of Paradise).
Burung Cendrawasih yang merupakan burung khas Papua, terutama yang
jantan, memiliki bulu-bulu yang indah layaknya bidadari yang turun dari
surga (kayangan). Keindahan bulu Cendrawasih tiada duanya.
Burung Cendrawasih merupakan sekumpulan
spesies burung yang dikelompokkan dalam famili Paradisaeidae. Burung
yang hanya terdapat di Indonesia bagian timur, Papua Nugini, dan
Australia timur ini terdiri atas 14 genus dan dan sekitar 43 spesies.
30-an spesies diantaranya bisa ditemukan di Indonesia.
Oleh masyarakat Papua, burung cendrawasih
dipercaya sebagai titisan bidadari dari surga. Dulunya burung ini
dianggap sebagai burung cantik tetapi tidak berkaki. Mereka tidak akan
turung ke tanah tetapi hanya berada di udara saja lantaran bulu-bulunya
yang indah. Karena itu kemudian burung Cenderawasih terkenal sebagai Bird of Paradise atau Burung Surga (Kayangan). Dan beberapa jenis yang terkenal adalah dari genus Paradisaea yang penamaannya berasal dari kata Paradise.
Diskripsi dan Ciri Cendrawasih.
Burung-burung Cendrawasih mempunyai ciri khas bulunya yang indah yang
dimiliki oleh burung jantan. Umumnya bulunya berwarna cerah dengan
kombinasi beberapa warna seperti...
Harimau Sumatera
Hewan dari filum Chordata ini
hanya dapat diketemukan di Pulau Sumatera, Indonesia. Populasinya di
alam liar diperkirakan tinggal 400–500 ekor. Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) semakin langka dan dikategorikan sebagai satwa yang terancam punah.
Asal usul
Harimau dipercaya merupakan keturunan hewan pemangsa zaman purba yang dikenal sebagai Miacids. Miacids hidup pada akhir zaman Cretaceous kira-kira 70-65 juta tahun yang lalu semasa zaman dinosaurus di Asia Barat (Andrew Kitchener, “The Natural History of Wild Cats”).
Harimau kemudian berkembang di kawasan timur Asia di China dan Siberia
sebelum berpecah dua, salah satunya bergerak ke arah hutan Asia Tengah
di barat dan barat daya menjadi harimau Caspian. Sebagian lagi bergerak
dari Asia Tengah ke...
Badak Jawa
Badak jawa atau javan Rhinoceros (Rhinoceros sondaicus)
adalah binatang terbesar di Jawa. Beratnya bisa mencapai 1,5 ton,
berkulit pucat. Badak Jawa pernah tersebar di hampir seluruh wilayah
gunung di Jawa Barat, seperti gunung Gede-Pangrango, Gunung salak, Gn.
Tangkuban Perahu dan gunun Ciremei.
Dulu
badak ini hanya dikenal dan bagian selatan Jawa Barat dan dari Gn.
Slamet di Jawa Tengah, meskipun fosil yang masih ada ditemukan di
sebelah utara Yogyakarta. Ketika Junghuhn mendaki Gn. Pangrango pada
tahun 1839 (pendakian pertama yang tercatat dilakukan oleh orang
Eropa) ia mengejutkan dua badak Jawa di dekat puncak gunung, seekor
sedang berendam di suatu sungai kecil dan yang lain sedang merumput di
pinggir sungai (Junghuhn 1854). Beberapa jalan setapak di beberapa
gunung mengikuti bekas jejak badak, dan jalur-jalur di gunung-gunung
yang ada dijawa mungkin merupakan sisa terakhir dari kehadiran
binatang besar ini.
Dua
belas ekor badak Jawa terakhir yang terdapat di Sumatera telah
ditembak oleh pemburu-pemburu Belanda antara tahun 1925-1930, dan
setelah itu seekor lagi ditembak di Karangnunggal (Tasikmalaya) pada
tahun 1934.
Orang
percaya bahwa sisa populasi badak Jawa sekarang hanya...
Nama sebutan Badak Jawa
agaknya kurang tepat karena distribusi alaminya, sejauh yang bisa
dipastikan, pernah mencapai kawasan Sungai Brahmaputra di Bangladesh
sampai Vietnam serta ke sebelah barat daya Cina, dan deskripsi badak
pertama berasal dari spesimen yang ditemukan di Sumatera. Distribusi
aslinya secara menyeluruh tidak akan pernah dapat diketahui, karena
pada suatu waktu yang berbeda dan pada suatu tempat yang berbeda badak
Jawa ini pernah dikacaukan dengan badak Sumatera Dicerorhinus
sumatrensis dan badak India/bercula satu Rhinoceros unicornis.
Sampai akhir abad ke-19 penduduk
kota Bandung masih bisa menyaksikan adanya badak jawa, mereka
menyebutnya badak priangan. Tidak mengherankan bila di Bandung ada
daerah yang bernama Rancabadak. Namun pada tahun 1895 seorang pemburu
Belanda menembak mati badak jawa tidak jauh dari kota Bandung, itulah
badak jawa terakhir di kota Bandung.
Orang Utan
Populasi terkini diperkirakan lebih
kecil dari 30.000 individu yang tersebar di dua daerah sebaran (Sumatera
dan Kalimantan). Menurut perkiraan, jumlah orangutan liar yang terdapat
di hutan Sumatera hanya sekitar 6.500 – 7.500 individu saja. Dan
orangutan liar yang terdapat di Kalimantan sekitar 12.000 – 13.000
individu. Ini merupakan pengurangan dari jumlah yang ada pada 10 tahun
yang lalu (30% – 50% terjadi pengurangan jumlah).
Dalam dekade 20 tahun ini, menurut IUCN
pada tahun 1993 sekitar 80% habitat mereka telah hilang atau musnah. Dan
IUCN memperhitungkan bila keadaan ini dibiarkan, maka dalam 10 – 20
tahun ke depan orangutan akan punah. Sehingga IUCN mengkategorikan
orangutan sebagai critically endangered species atau sebagai satwa yang
terancam punah.
Selain itu ancaman juga datang dari
kegiatan perburuan hewan, baik itu untuk diperdagangkan sebagai binatang
peliharaan atau untuk dimakan dagingnya.
Untuk mendapatkan seekor bayi orangutan,
maka harus membunuh induknya, dan jika bayi tersebut masih selamat
jatuh dari atas pohon, maka bayi tersebut diambil oleh pemburu gelap.
MORFOLOGI ORANGUTAN SUMATERA
Tinggi
Jantan : 120 – 150 cm
Betina : 100 – 120 cm
Jantan : 120 – 150 cm
Betina : 100 – 120 cm
Berat
Jantan : 50 – 90 kg (di alam liar); sedangkan di karantina dapat mencapai 120 kg atau lebih.
Betina : 30 – 60 kg
Jantan : 50 – 90 kg (di alam liar); sedangkan di karantina dapat mencapai 120 kg atau lebih.
Betina : 30 – 60 kg
Panjang Lengan, 60 – 90 cm atau 2/3 (dua per tiga) dari tinggi badan.
Warna Tubuh
Kemerah-merahan hingga coklat kehitam-hitaman, janggut pada Orangutan Sumatera (jantan) berwarna merah hingga jingga.
Kemerah-merahan hingga coklat kehitam-hitaman, janggut pada Orangutan Sumatera (jantan) berwarna merah hingga jingga.
Tampilan Fisik
Tampilan wajah : sekitar mata tidak berbulu dan mempunyai telinga yang kecil. Memiliki tubuh yang tinggi, bulu/rambut yang kusut, dan lengan yang panjang. Bentuk tangan dan kaki kecil memanjang, sesuai untuk memegang cabang-cabang pohon. Jempol tangan yang...
Tampilan wajah : sekitar mata tidak berbulu dan mempunyai telinga yang kecil. Memiliki tubuh yang tinggi, bulu/rambut yang kusut, dan lengan yang panjang. Bentuk tangan dan kaki kecil memanjang, sesuai untuk memegang cabang-cabang pohon. Jempol tangan yang...
Langganan:
Postingan (Atom)
